This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 16 Oktober 2019

Kimia anorganik_Asam&basa

ASAM BASA
Saat pertama kali kita mendengar kata asam

Jumat, 20 September 2019

Kimia Anorganik_ikatan dan struktur 2

😊assalamu'alaikum,,,,hai gaes dengan tak bosan-bosanya saya menyapa kalian dengan semangattt...masih semangatt kann belajar kimia an-organik..masih dong meskipun syarraf-syaraf dalam otak sudah mulai mendidih..wkwk maafkan diri ini yang alay gaes..baik di blog ini saya akan melanjutkan materi dari blog sebelumnya,.yuks intip insyaallah akan berguna,,jangan lupa bismilllah ya dan jangan lupa koment di bawah😁😊

2).Faktor Elektronik
Selain faktor Geometri hal yang mempengaruhi ikatan dan struktur senyawa adalah faktor Elektronik yaitu seperti hal nya atom-atom penyusun memiliki kekuatan untuk menarik dan menolaK elektron. Orbital molekul yang diisi elektron valensi, susunan grometrisnya dipenaruhi oleh interaksi elektronik antar elektron non ikatan. Berikut adalah bagian dari faktor elektron:


  • Muatan Inti Efektif


Muatan inti efektif adalah muatan inti total karena adanya gaya tarik antara inti dengan elektron yang dipengaruhi gaya tolak antar elektron yang melindungi inti dengan elektron terluar yang dilambangkan dengan Zeff (Indrajaya, 2016). Dari Wikipedia bahasa indonesia, Ensiklopedia bebas muatan inti adalah muatan total dari inti yang di rasakan oleh elektron terluar atau kulit terluar. Muatan inti yang dirasakan oleh elektron valensi suatu atom dengan nomor atom Z akan lebih kecil dari muatan inti Ze. Penurunan ini disebut Konstanta Perisai ( σ ) dan muatan inti netto disebut dengan Muatan Inti Efektif (Zeff).

Persaman : 
Zeff= Z - σ
Keterangan :Zeff : Muatan Inti EfektifZ     : Nomor Atomσ    : Konstanta Perisai
Konstanta perisai suatu elektron adalah berdasarkan kaidah berikut ini :elektron di sebelah kanan elektron yang dikaji tidak memberi konstanta perisai atau sama dengan 0.Elektron di sebelah kiri elektron yang dikaji memberi konstanta perisai :Setiap elektron dalam kelompok yang sama memberi kontribusi sebesar 0,35, kecuali kelompok 1s sebesar 0,30 Setiap elektron dalam orbital s dan p, dengan bilangan kuantum utama (n) kurang dari satu elektron yang dikaji memberi kontribusi sebesar 0,85.Setiap elektron dalam orbital s dan p dengan bilangan kuantum utama (n) kurang dari dua atau lebih elektron yang dikaji memberi kontribusi sebesar 1,00. setiap elektron dalam orbital d dan f memberi kontribusi sebesar 1,00 baik untuk elektron dengan nilai n < elektron yang dikaji ataupun dengan n= elektron yang dikaji dan memiliki bilangan kuantum azimut yang lebih kecil.(Laura, 2018)


  • Energi ionisai (Potensial Ionisasi)


Energi Ionisai ( Ei ) adalah energi minimun yang di perlukan untuk mengeluarkan elektron dari atom dalam fase gas. 
Persamaan : 
 Ei1 < Ei2 < Ei3

Energi untuk mengeluarkan satu elektron pertama disebut energi ionisasi pertama (Ei1), sedangkan untuk mengeluarkan elektron kedua disebut energi ionisasi kedua (Ei2), begitupun seterusnya. Energi ionisasi pertama merupakan energi terendah lalu energi yang selanjutnya akan terus menigkat. Entalpi Ionisasi yakni perubahan entalpi standar proses ionisasi dan digunakan dalam perhitungan temodinamika.
 (e V ). A(g) A+ (g) + e (g) 
Energi ionisasi (Ei) diungkapkan dalam satuan elektron volt (eV) = 96.49 kJmol-1.
Pada atom yang besar daerah yang mempunyai kemungkinan terbesar di temukannya elektron di kulit terluar, terletak lebih jauh dari intinya di bandingkan pada atom yang lebih kecil, sehingga energi ionisasi menurun dengan semakin meningkatnya ukuran atom.
Grafik  Energi Ionisai (Ei)

Atom Ei Besar = Periode Kecil, Golongannya Besar
Atom Ei Kecil = Periode Besar, Golongan Kecilai
jadi, semakin ke kanan dan ke bawah unsur semakin besar energi ionisasinya dan sebaliknya.


  • Afinitas Elektron (A)
Afinitas Elektron adalah perubahan entalpi yang merupakan negatif entalpi penangkapan elektron oleh atom dalam fasa gas. Secara konvensional Afinitas Eektron adalah energi yang di bebaskan bila tiap mol atom netral atau ion dalam keadaan gas lalu menangkap elektron menjadi ion negatif. Sehingga didefinisikan Afinitas Elektron Pertama adalah energi yang dilepaskan ketika 1 mol atom gas mendapatkan satu elektron untuk membentuk 1 mol ion gas. Afinitas dapat dianggap sebagai entalpi ionisai anion. 
A ( = -ΔHeg)

sifat afinitas elektron dalam sistem periodik unsur:
  • Pada satu periode, afinitas elektron cenderung meningkat dari kanan ke kiri
  • Pada satu golongan, afinitas elektron cenderung meningkat dari bawah ke atas 
  • Terkecuali unsur alkali pada tanah dan gas mulia, semua unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bernilai negatif. Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan halogen.

  • Ke-elektronegatifan
1)Linus Pauling 
Sifat kualitatif dari sebuah atom, dan untuk membandingkan keelektronegatifan atom dalam setiap elemen, skala di mana nilai relatif keelektronegatifan berada. Skala ini disebut “skala Pauling”. Menurut skala ini, nilai elektronegativitas tertinggi yang dimiliki sebuah atom adalah 4,0. Keelektronegatifan atom lain diberi nilai mengingat kemampuannya menarik elektron Uunsur-unsur dalam periode yang sama dari kiri ke kanan, muatan inti atom akan bertambah sehinggga gaya tarik inti ke elektron terluar bertambah. Akibatnya, jari-jari atom makin kecil,energi ionisasi makin besar,afinitas elektron makin besar (makin negatif), dan  keceanderungan untuk menarik elektron makin besar. Skala Pauling mendefinisikan besaran kuantitatif ion ikatan.(Tatangsma, 2015) 
∆ = D(AB)-1/2(D(BB))
∆ = D(AB)- √(D(AA)-D(BB) 
|X1 – X2| = 0,208√Δ 
ke-elektronegatifan X1  ➡️ perbedaan antara elektron atom A dan atom B sebanding dengan akar kuadrat ion.  

2)A.L. Allerd dan E.G. Rochow 
Ke-elektronegatifan merupakan medan listrik yang berada di permukaan atom,mereka menambahkan konstanta untuk mendekat dengan nilai Pauling di mana mereka menggunakan jari-jari ikatan kovalen. pada permukaan sebuah atom,semakin tinggi muatan per satuan luas permukaan atom,semakin besar kecenderungan atom untuk menarik elektron-elektron. Unsur-usur dengan jari-jari kovalen yang kecil dan muatan inti efektif yang besar memiliki ke-elektronegatifan yang besar. \ 
3)R. Mulliken 
Menurut mereka Ke-elektronegatifan bertumpu pada energi ionisasi dan afinitas elektron. Hal ini di dasari dari kecenderungan  atom yang melepas atau menerim elektron dalam suatu ikatan. Energi ionisasi adalah energi ektensi HOMO dan afinitas elektron ke LUMO. Sehingga, ke-elektronegatifan adalah rata-rata antara HOMO dan LUMO. 
Persamaan: 
Xm = 1/2( I + A)

  • Orbital Molekul                                                                                                                              Fungsi gelombang elektron dalam suatu ataom ini yang di nama kan orbital atom.  Sedangkan yang di namakan orbital molekul adalah interaksi antar atom tersebut. Karena kebolehjadian menemukan elektron dalam orbital molekul sebanding dengan kuadrat fungsi gelombang dan peta elektron nampak seperti fungsi gelombang. Suatu gelombang fungsi mempunyai daerah beramplitudo positif dan negatif yang di sebut cuping (lobes). Syarat pembentukan orbital: 
  1. Cuping orbital atom penyusunannya cocok untuk tumpang tindih
  2. Tanda positif atau negatif cuping yang bertumpang tindih sama
  3. Tingkat eergi orbital-orbital atomnya dekat

(Ichsan, 2010)


Ringkasan
Add caption


Daftar pustaka
Maharani, D. (2013). MATA KULIAH : IKATAN KIMIA. Retrieved september 14, 2019, from academia.edu: https://www.academia.edu/7966917/Ikim_senyawa_ikatan_ion_kelompok_9
Ahmad, D. (2018, maret 21). 4 Jenis Ikatan Kimia. Retrieved september 14, 2019, from sridianti.com: https://www.sridianti.com/contoh-tiga-jenis-ikatan-kimia.html
Ichsan. (2010, juli 12). TEORI ORBITAL MOLEKULAR, APA ITU? Retrieved oktober 5, 2019, from ichsan09: https://ichsan09.blog.uns.ac.id/2010/07/12/teori-orbital-molekular-apa-itu/
Tatangsma. (2015, juli 12). Pengertian Keelektronegatifan dan Skala Pauling. Retrieved Oktober 5, 2019, from tatangsma.com: hthttps://tatangsma.com/2015/07/pengertian-keelektronegatifan-dan-skala-pauling.html

















Sabtu, 14 September 2019

KIMIA ANORGANIK_Ikatan dan Struktur

❤️❤️❤️hallo☺️semuanya bertemu lagi bersama  Saya Devi Tridayanti prodi ITP FAPERTA UNTAN,baik di sini saya tak bosan-bosannya membahas tentang Kimia Anorganik..sudah mulai panas ya gaes otaknya hehehe...sama saya juga,tapi tetap semangatt kann...baik tidak panjang lebar kata sapaan saya,, selamat menikmati asyiknya materi ini ya,,,,,, jangan lupa koment di bawah yaa...Sukron☺️☺️☺️❤️❤️❤️



IKATAN DAN STRUKTUR


A. Ikatan Kimia
ikatan kimia adalah interaksi atau hubungan antar atom yang saling berkaitan. Ikatan kimia bisa juga di sebut gaya yang menahan atom-atom dalam suatu molekul.Antara dua atom atau lebih dapat saling berinteraksi dan membentuk molekul. Interaksi ini selalu disertai dengan pelepasan energi.dikemukakan pada tahun 1916 oleh Gilbert Newton Lewis (1875-1946) dari Amerika dan Albrecht Kossel (1853-1927) dari Jerman (Martin S. Silberberg, 2000) Ikatan Kimia Adalah gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa.konfigurasi elektron gas mulia atau 8 elektron pada kulit terluar disebut kaidah oktet. Elektron yang berperan   dalam reaksi kimia yaitu elektron pada kulit terluar atau elektron valensi. Elektron valensi menunjukan kemampuan suatu atom untuk berikan dengan atom lain.(Baru, 2016)


B. Jenis-jenis Ikatan Kimia
1. Ikatan antar atom



a. Ikatan Ionik 
(Winata, 2013)

Ikatan elektrostatik antara kation (ion positif) dan anion ( ion negatif) di sebut dengan ikatan ionik. Dalam ikatan ini muatan listrik kation maupun anion harus sama atau sejajar. ikatan ionik  terjadi akibat adanya serah terima elektron pada atom-atom yang berikatan. Atom-atom yang melepaskan elektron akan bermuatan positif (kation), sedangkan atom-atom yang menerima elektron akan bermuatan negatif (anion). Beberapa sifat-sifat dari senyawa yang terbentuk atas dasar ikatan ion adalah secara fisik, senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik pada suhu kamar akan berwujud pada, memiliki bentuk struktur kristal agak rapuh, mempunyai angka titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi, dapat larut pada pelarut air namun tidak larut pada jenis pelarut organik serta pada fase padat tidak menghantarkan arus listrik, namun saat terhidrolisis dalam air akan dapat menghantarkan arus listrik. Inilah karakter fisik yang dibangun oleh senyawa dengan jenis ikatan ionik (Ahmad, 2018).


b. Ikatan Kovalen 

Ikatan kovalen adalah ikatan yang mengikat dua atom.Dalam ikatan kovalen, setiap
elektron dalam pasangan tertarik ke dalam nukleus kedua atom. Tarik menarik elektron inilah yang menyebabkan kedua atom terikat bersama.Ikatan kovalen terdiri dari bermacam-macam jenis diantaranya adalah ikatan kovalen tunggal (ikatan yang terbentuk dari sepasang elektron), ikatan kovalen rangkap dua(ikatan yang terjadi karena penggunaan bersama dua elektron), kovalen rangkap tiga (penggunaan tiga pasang elektron secara bersama), ikatan kovalen koordinasi(pemakaian bersama suatu elektron pada molekul yamg memilki PEB), ikatan kovalen polar(Ikatan kovalen polar terjadi jika pasangan elektronnya yang dipakai bersama-sama, tertarik lebih kuat ke salah satu atom yang berikatan) dan ikatan kovalen non polar(Ikatan kovalen non polar terjadi jika pasangan elektron yang dipakai bersama, sama kuat ke semua atom yang berikatan, Ikatan ini terjadi dengan syarat dua atom yang berikatan mempunyai keelektronegativitas yang sama).




c. Ikatan Logam
(Wikipedia, 2019)
Ikatan logam merupakan salah satu ciri khusus dari logam, pada ikatan logam ini elektron tidak hanya menjadi milik satu atau dua atom saja, melainkan menjadi milik dari semua atom yang ada dalam ikatan logam tersebut. Elektron-elektron dapat terdelokalisasi sehingga dapat bergerak bebas dalam awan elektron yang mengelilingi atom-atom logam. Akibat dari elektron yang dapat bergerak bebas ini adalah sifat logam yang dapat menghantarkan listrik dengan mudah. ciri-ciri ikatan logam adalah Atom logam memiliki sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif,elektron menyelimuti ion positif,mobilitas elektron dalam loga sedemikian bebas,dan lain sebagainya. (Bitar, 2019)

2. Ikatan Antara Molekul
a. Ikatan Hidrogen
 

Ikatan hidrogen adalah gaya tarik-menarik (dipol-dipol) antar molekul yang terjadi antara atom Hidrogen (H) dengan atom elektronegarifan (N,O, dan F ) dan pasangan elektron bebas dari atom elektronegatif lainya. Ikatan ini muncul sebagaimana ikatan N—H, O—H, dan F—H bersifat sangat polar, di mana muatan parsial positif pada H dan muatan parsial negatif pada atom elektronegatif (N, O, atau F).Kekuatan ikatan hidrogen ini akan mempengaruhi titik didih dari senyawa tersebut. Semakin besar perbedaan keelektronegatifannya maka akan semakin besar titik didih dari senyawa tersebut. Namun, terdapat pengecualian untuk H2O yang memiliki dua ikatan hidrogen tiap molekulnya. Akibatnya, titik didihnya paling besar dibanding senyawa dengan ikatan hidrogen lain, bahkan lebih tinggi dari HF yang memiliki beda keelektronegatifan terbesar. Terjadinya ikatan hidrogen karena atom hidrigen (H) tidak memiliki elektron inti atom untuk melindungi inti atom sehingga memudahkan moleku-molekul bebas untuk mendekatinya.

b. Ikatan Van Der Walls
Ikatan ini merupakan jenis ikatan antar molekul yang terlemah, namun sering dijumpai diantara semua zat kimia terutama gas. Pada saat tertentu, molekul-molekul dapat berada dalam fase dipol seketika ketika salah satu muatan negatif berada di sisi tertentu. Dalam keadaan dipol ini, molekul dapat menarik atau menolak elektron lain dan menyebabkan atom lain menjadi dipol. Gaya tarik menarik yang muncul sesaat ini merupakan gaya Van der Walls.Gaya tarik Van Der Walls, tersusun dari beberapa gaya tarik antar molekul. Gaya tarik molekul atau atom non polar dengan molekul polar cukup besar karena adanya induksi kepada molekul atau atom yang non polar. Gaya tarik yang terjadi disebut gaya induksi.


C. Faktor Yang Mempengaruhi Ikatan dan Struktur
1. Faktor Geometri
Meliputi jari-jari antara atom dan kekuatan menarik elektron atom atau ion menentukan ikatan,struktur, dan reaksi zar elemener dan senyawa.
a). Jari-jari Atomik dan Ionik
jari-jari atomik adalah sebuah jarak anara kuliat terluar elektron dengan inti atom. Jari-jari atomik yang ditentukan secara eksperimen merupakan salah satu parameter atomik yang sangat penting untuk mendeskripsikan kimia struktural senyawa. Cukup beralasan untuk mendefinisikan jari-jari logam sebagai separuh jarak atom logam.

jari-jari logam ⇒ jari-jari logam secara eksperimen merupakan separuh jarak antar inti atom.
jari-jari kovalen ⇒ separuh jarak atom logam anatar dua atom yang sama terikat secara bersama (menempel) oleh ikatan kovalen.
jari-jari ionik ⇒ berkaitan dengan jarak antara 2 inti yang terhubung oleh ikatan elestrostatik antara kation dan anion masing-masing.
b). Entalpi Kisi

Siklus Bohn-Haber adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menganalisi energi reaksi. Entalpi kisi adalah Ketika ion-ion dalam keadaan gas bereaksi satu dengan yang lainnya membentuk senyawa kemudian melepaskan entalpi atau mengubah nilai entalpi.Untuk memutuskan ion-ion bebas dari kisi membutuhkan energi yang besar. Nilai dari nilai kisi bergantung pada kekuatan ikatan ion. Kekuatan ion berkaitan dengan ukuran dan matan ion.
(Rukim, 2015)

c). Tetapan Madelung
Energi Potensial Cuolomb total antar ion dalam senyawa ionik yang terdiri atas ion A dan ion B adalah penjumlahan energi potensial cuolomb interaksi ion individual. Karena lokasi ion-ion dalam kristal ditentukan oleh tipe struktur potensial cuolomb total antar ion di hitung dengn menentukan jarak antar ion di A adalah tetapan medilung yang khas untuk tiap kristal. interaksi elektrostatik antara ion-ion yang bersentuhan merupakan yang terkuat dan tetapan medilung juga akan meningkatkan dengan semakin besarnya bilangan koordinasi. Tetapan madelung adalah ukuran tambahan energi antar aksi yang dihasilkan kisi ion tiga dimensi (Maharani, 2013). 

d). Struktur Kristal Logam






Struktur ikatan logam adalah ikatan antar teras atom orbital atom yang terisi penuh elektron bersama-sama anti atom yang dikelilingi oleh elektron-elektron bebas. Kebanyakan logam mempunyai tiga struktur kristal,yaitu:
kubus berpusat muka (face-centered cubic

kubus berpusat badan (body-centered cubic)



heksagonal tumpukan padat (hexagonal close-packed)


e).Struktur Kristal Ionik
Kristal ionik terbentuk karena adanya gaya tarik antara ion bermuatan positif dan negatif. Kristal ionik adalah  ion lebih besar (anian ) membentuk susunan terjejal dan ion yang lebih kecil (kation) masuk kedalam lubang oktrahedral atau tetrahedral di antara anion. Kristal anion diklasifikasikan kedalam beberapa struktur berdasarkan jenis kationdan anion yang terlibat dan jari-jari ionnya.

f).Aturan Jari-jari


Anion membentuk kooardinasi polihedra disekeliling kation. Jari-jari rX adalah separuh sisi polihedral dan jarak kation di pusat polihedral ke sudut polihedral merupakan jumlah jari-jari kation dan anion rx + rm.
Jarak dari pusat ke sudut polihedral adalah √3rx, √2rx, dan 1/2√6rx.

g).Variasi Ungkapan Struktur Padatan

Banyak padatan anorganik memiliki struktur 3-dimensi yang rumit. Senyawa anorganik yang rumit menggambarkan ikatan antar atom. Walaupun terdapat ikatan antar ion, strukturnya akan disederhanakan bila polihedra anion menggunakan dua sudut (muka atau sisi). Struktur ionik dianggap struktur terjejal anion. 





DAFTAR PUSTAKA


Ahmad, D. (2018, maret 21). 4 Jenis Ikatan Kimia. Retrieved september 14, 2019, from sridianti.com: https://www.sridianti.com/contoh-tiga-jenis-ikatan-kimia.html

Alauria, S. (2015, november 19). Ikatan kimia. Retrieved september 14, 2019, from slideshare: https://www.slideshare.net/SefinaAlauria/ikatan-kimia-55293075

Baru, O. (2016, januari 27). makalah Klasifikasi ikatan, Faktor geometri oleh orde kimia anorganik. Retrieved september 14, 2019, from makalahkimiaanorganikkelompok: http://makalahkimiaanorganikkelompok.blogspot.com/

Bitar. (2019, april 5). Ikatan Logam : Pengertian, Ciri, Sifat, Dan Proses Pembentukan Serta Contohnya Lengkap. Retrieved september 14, 2019, from gurupendidikan: https://www.gurupendidikan.co.id/ikatan-logam/

Maharani, D. (2013). MATA KULIAH : IKATAN KIMIA. Retrieved september 14, 2019, from academia.edu: https://www.academia.edu/7966917/Ikim_senyawa_ikatan_ion_kelompok_9

Rukim, U. (2015, maret 6). Pembahasan Soal Essay Nomor 3 – OSP Kimia Tahun 2014. Retrieved september 14, 2019, from urip.wordpress: https://urip.wordpress.com/2015/03/06/pembahasan-soal-essay-nomor-3-osp-kimia-tahun-2014/

Wikipedia. (2019, januari 1). ikatan logam. Retrieved september 14, 2019, from wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Ikatan_logam

Winata, R. (2013). pengertian dan contoh ikatan ion. Retrieved september 14, 2019, from radenwinata: https://radenwinata.com/ikatan-ion.html





















Jumat, 06 September 2019

KIMIA ANORGANIK_partikel penyusun atom







PARTIKEL PENYUSUN ATOM



  1. ELEKTRON


    
 Amazine, 2019


Elektron (e-) bermuatan negative satu (-1) terletak di luar inti atom. Seperti yang          sudah kita bahas pada blogg sebelumnya bahwa Elektron di temukan oleh john Thomson atau yang lebih kita kenal dengan Thomson pada tahun 1979. Elektron di temukan pada saat Thomson melakukan percobaan tabung pengawa listrik yang menghasilkan sinar katoda. Thomson menyimpulkan bahwa sinar katoda pada hakekatnya adalah berkas partikel bermuatan negatif yang disebut elektron dan merupakan partikel penyusun atom secara universal.
Dalam percoban lebih lanjut,Thomson dapat menentukan angka banding muatan terhadap massa e/m elektron. Sinar katoda dilewatkan melalui anoda berlubang dengan celah sempit dan di jatuhkan pada suatu layar. Dengan memasang suatu medan magnetic,berkas sinar katoda akan mengalami pembelokan. Pembelokan akibat adanya medan magnet tersebut dapat diimbangi dengan pemasangan medan listrik dengan kekuatan dan arah yang sesuai sehingga berkas sinar katoda kemudian tidak mengalami penyimpangan arah. Penyimpangan suatu partikel bermuatan dalam medan magnet atau medan listrik adalah sebanding dengan muatanya (= e) dan berbanding terbalik dengan massanya (= m). Dari besarnya kekuatan medan magnet dan medan listrik yang digunakan sehingga tidak terjadi penyimpangan arah gerak elektron., Thomson dapat menghitung angka banding e/m elektron yaitu -1,76 x 1011 C kg-1. Penentuan muatan elektron dilakukan oleh Robert Millikan (1908) melalui percobaan tetes minyak, memberikan hasil bahwa muatan elektron adalah -4,8 x 10-10 s.es. atau -1,6 x 10-19 C. Dengan demikian, dari proses Thomson dan R.Millikan dapat ditentukan massa elektron me = 9,106 x 10-31 kg.



2. PROTON 


(Zedrow, 2013)

proton adalah partikel subatomic, symbol p atau p+, dengan muatan listrik positif +1e muatan elementer dan massa sedikit lebih kecil dari neutron. Dalam atom bermuatan netral , banyaknya proton aka sama dengan jumlah elektronya. Banyaknya proton di bagian inti biasanya akan menetukan sifat kimia suatu atom. Kata “proton” adalah bahasa Yunani untuk “pertama”, dan nama ini di berikan kepada inti hydrogen oleh Ernest Rutherford pada tahun 1920. Pada tahun-tahun sebelumnya, Rutherford telah menemukan bahwa inti hydrogen (dikenal sebagai paling ringan) dapat diestrasi dari inti nitrogen dengan tumbukan atom. Oleh karena itu, proton adalah kandidat untuk menjadi partikel dasar, dan merupakan blog pembangun nitrogen dan semua inti atom yang lebih berat lainnya. 


3. NEUTRON

(Hans Braxmeier, Simon Steinberger, Iulia Melnicenco,  Achim Thiemermann, & Dominic Alberts, 2017)



      Neutron adalah partikel subatomic yang tidak bermuatan (netal) dan memiliki massa 940 MeV/c2 (1.6749 x 10-27 kg). Rutherford mengemukakan jika atom hanya terdiri atas proton dan elektrondalam jumlah yang sama, dan massa atom hanya ditentukan oleh jumlah massa proton karena massa elektron sangat kecil, maka massa atom tersebut hanya sekitar setengah dari massa atom relative yang sudah diketahui sebelumnya. Berdasarkan hal ini, pada tahun 1920, Rutherford meramalkan bahwa dalam atom terdapat partikel netral yang bermassa sama dengan massa proton. Pada tahun 1932, ramalan Rutherford tersebut dapat dibuktikan oleh J. Chadwick yang menembaki Berillium dengan partikel α dan mengasilkan partikel energetic tidak bermuatan dan memiliki massa sedikit lebih besar dari proton. Partikel tersebut kemudian di kenal dengan nama neutron.
   
Bilangan kuantum

1           Pengertian Bilangan Kantum
            Bilangan kuantum adalah suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam system   dinamis.  Bilangan kuantum juga bias di artikan sebagai suatu harga yang menyatakan  orbital suatu atom. Elektron di dalam suatu atom berada pada tempat-tempat tertentu sesuai dengan tingkat energinya. Berbagai tingkat energi  yang mungkin dimiliki oleh suatu elektron di atur oleh hukum-hukum mekanika kuantum.     

      Macam-macam Kuantum

Nama
Lambang
Batasan
Bilangan kuantum utama
n
Bilangan bulat positif
Bilangan kuantum momentum angular(azimuth)
l
0,....n-1 dalam bilangan bulat
Bilangan kuantum magnetik
m
-1,…,0,….,+1 dalam bilangan bulat
Bilangan kuantum spin
s
 , + 1
   2      2

            
           Bilangan Kuantum Utama ( n )
        Bilangan kuantum ini memberikan lokasi dan energy suatu elektron dan merupakan    ukuran dari volume efektif awan elektron. Dengan meningkatnya nilai n, semakin jauh dari inti maka energy semakin membesar. Nilai n menyatakan kulit elektron, n=1 di sebut kulit K, n=2 kuliat L, n=3 kulit M, n=4 kulit N,dan seterusnya
         
Nilai n
Jenis Kulit
1
K
2
L
3
M
4
N
·      
        Bilangan Kuantum Azimut ( l )
        Bilangan kuantum azimut adalah bilangan yang emnggambarkan subkulit atau subtingkat energy utama yang di notasikan sebagai l. Bilangan azimut menentukan titik orbital pada elektron.Setiap kulit terdiri atas subkulit. Jumlah subkulit dalam satu kulit ditentukan oleh nilai n dari kulit tersebut, misalnya kuliat K (n=1) hanya memiliki satu subkulit, kulit L (N=2) memiliki dua subkulit, kulit M(n=3) memiliki tiga subkulit, dan sebagainya.Subkulit-subkulit tersebut dibedakan oleh nilai bilangn kuantum azimuth yang juga menentukan bentuk-bentuk orbital.

Nilai-nila bilangan kuantum azimuth
Nilai
0
1
2
3
4
5
……..
Penanda huruf subkulit
s
p
d
f
g
h
……..

           
           Dapat dilihat dari table diatas bahwa bilangan kuantum azimuth berupa bilangan positif termasuk nol (0) sampai dengan (n-1). Nilai l = 1, 2, 3, 4, 5, 6, ….. dinyatakan dengan symbol huruf berturut-turut yaitu s (sharp), p (principal), d(diffuse), dan f(fundamental) yang menjelaskan jenis garis spectra pada spectrum atom logam alkali
        
           Bilangan Kuantum Magnetik ( m )
        Suatu kulit terdiri atas satu atau lebih subkulit dan setiap subkulit terdiri atas satu atau lebih orbital. Jumlah orbital dalam satu kulit (dengan bilangan kuantum utama n) adalah n. Setiap orbital memiliki bilangan kuantum magnetik yang karakteristik dan hanya diisi maksimum oleh dua elektron. Dinamakan bilangan kuantum karena efek dari orientasi orbital yang beredar nilai bilangan kuantum magnetik (m) bergantung pada harga bilangan kuantum azimuth (l),yaitu dari -1 sampai dengan +1 dan termasuk nol (0).


            Bilangan Kuantum Spin (s) 
         Bilangan kuantum ini menyatakan arah putaran elektron pada porosnya, searah jarum jam atah berlawanan arah jarum jam. 

           Hal ini di nyatakan dengan nilai 1/2 atau -1/2. Semua orbital diidi dengan maksimum dua elektron dengan arah spin berlawanan.

                                                           Kofigurasi Elektron               
       Konfigurasi elektron adalah susunan elektron yang menempati masing-masing orbital   yang  mengikuti berbagai aturan, yaitu :
  1.      Aturan Aufbau                                                                                                  Aufbau mengatakan elektron mengisi orbital energi terendah lebih dulu, setelah itu mengisi orbital dengan tingkat energi lebih tinggi agar meminimalkan energi total suatu atom. Aturan ini sering juga disebut dengan aturan meningkat. Urutan pengisisannya sebagai berikut.                                                                                                                                                             Arah anak panah menyatakan urutan pengisian orbital. Pada saat pengisian elektron subkulit dengan tingkat energi terendah diisi penuh terlebih dahulu, kemudian sisa elektron aka menempati subkulit  dengan tingkat energi lebih tinggi.(Nafiun, 2013)
    Contoh: Tentukan konfigurasi elektron unsur-unsur berikut berdasarkan aturan Aufbau!                                                 
                                                                            
                                                                                                  1. 11Na
               2. 17Cl

                Jawaban:
                1. 11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1
                2. 17Cl  : 1s2s2p6 3s2 3p5                                                                                                                                       
    2. Prinsip Aturan Hund                                                                                                                   Pauli menyatakan satu orbital hanya terisi maksimum 2 elektron. karena itu, tidak ada        dua elektron yang memiliki 4 bilangan kuantum yang sama. Jumlah maksimum elektron        sebagai berikut :                                                                                                                                                                         
c

             
            3. Larangan Pauli 
               
  1.      Larangan Pauli menyatakan bahwa tidak ada dua elektron dalam satu atom yang dapat memiliki seperangkat bilangan yang terdiri atas empat bilangan kuantum yangsama Dengan urutan kenaikan energi, kita dapat menggunakan prinsip ini untuk mendeduksi urutan pengisian kulit elektron dalam atom. Dalam satu orbital maksimal dapat di temukan dua elektron dan dua elektron harus memiliki spin yang berlawanan. Panah keatas menunjukkan +1/2 dan panah ke bawah menunjukkan -1/2.   
                                                                                                                                                                                                                                                                                                       
    DAFTAR PUSTAKA

    Amazine, K. (2019). Siapakah Penemu Elektron? Sejarah Penemuan Elektron. Retrieved September 5, 2019, from .amazine.co: https://www.amazine.co/17795/siapakah-penemu-elektron-sejarah-penemuan-elektron/
    Bunjali, B. (2002). Kimia Inti. Jl. Ganesa 10 Bandung: ITB.
    Hans Braxmeier, Simon Steinberger, Iulia Melnicenco, Achim Thiemermann, & Dominic Alberts. (2017, Agustus 17). neutron. Retrieved September 4, 2019, from pixabay: https://pixabay.com/id/vectors/atom-neutron-inti-protron-elektron-30442/
    Zedrow, P. (2013). Protons, Protons, Everywhere. Retrieved September 4, 2019, from study: https://study.com/academy/lesson/proton-definition-lesson-for-kids.html
    Nafiun. (2013, April 4). Prinsip Aufbau, Aturan Hund dan Larangan Pauli, Asas, Kaidah, Konfigurasi Elektron, Kimia. Retrieved September 7, 2019, from http://www.nafiun.com: http://www.nafiun.com/2013/04/prinsip-aufbau-aturan-hund-dan-larangan-pauli-asas-kaidah-konfigurasi-elektron-kimia.html