ASAM BASA
Saat pertama kali kita mendengar kata asam
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Muatan inti efektif adalah muatan inti total karena adanya gaya tarik antara inti dengan elektron yang dipengaruhi gaya tolak antar elektron yang melindungi inti dengan elektron terluar yang dilambangkan dengan Zeff (Indrajaya, 2016). Dari Wikipedia bahasa indonesia, Ensiklopedia bebas muatan inti adalah muatan total dari inti yang di rasakan oleh elektron terluar atau kulit terluar. Muatan inti yang dirasakan oleh elektron valensi suatu atom dengan nomor atom Z akan lebih kecil dari muatan inti Ze. Penurunan ini disebut Konstanta Perisai ( σ ) dan muatan inti netto disebut dengan Muatan Inti Efektif (Zeff).
Keterangan :Zeff : Muatan Inti EfektifZ : Nomor Atomσ : Konstanta Perisai
Konstanta perisai suatu elektron adalah berdasarkan kaidah berikut ini :elektron di sebelah kanan elektron yang dikaji tidak memberi konstanta perisai atau sama dengan 0.Elektron di sebelah kiri elektron yang dikaji memberi konstanta perisai :Setiap elektron dalam kelompok yang sama memberi kontribusi sebesar 0,35, kecuali kelompok 1s sebesar 0,30 Setiap elektron dalam orbital s dan p, dengan bilangan kuantum utama (n) kurang dari satu elektron yang dikaji memberi kontribusi sebesar 0,85.Setiap elektron dalam orbital s dan p dengan bilangan kuantum utama (n) kurang dari dua atau lebih elektron yang dikaji memberi kontribusi sebesar 1,00. setiap elektron dalam orbital d dan f memberi kontribusi sebesar 1,00 baik untuk elektron dengan nilai n < elektron yang dikaji ataupun dengan n= elektron yang dikaji dan memiliki bilangan kuantum azimut yang lebih kecil.(Laura, 2018)
Energi Ionisai ( Ei ) adalah energi minimun yang di perlukan untuk mengeluarkan elektron dari atom dalam fase gas.
Energi untuk mengeluarkan satu elektron pertama disebut energi ionisasi pertama (Ei1), sedangkan untuk mengeluarkan elektron kedua disebut energi ionisasi kedua (Ei2), begitupun seterusnya. Energi ionisasi pertama merupakan energi terendah lalu energi yang selanjutnya akan terus menigkat. Entalpi Ionisasi yakni perubahan entalpi standar proses ionisasi dan digunakan dalam perhitungan temodinamika.
Energi ionisasi (Ei) diungkapkan dalam satuan elektron volt (eV) = 96.49 kJmol-1.
Pada atom yang besar daerah yang mempunyai kemungkinan terbesar di temukannya elektron di kulit terluar, terletak lebih jauh dari intinya di bandingkan pada atom yang lebih kecil, sehingga energi ionisasi menurun dengan semakin meningkatnya ukuran atom.
Atom Ei Besar = Periode Kecil, Golongannya Besar
Atom Ei Kecil = Periode Besar, Golongan Kecilai
jadi, semakin ke kanan dan ke bawah unsur semakin besar energi ionisasinya dan sebaliknya.
Afinitas Elektron adalah perubahan entalpi yang merupakan negatif entalpi penangkapan elektron oleh atom dalam fasa gas. Secara konvensional Afinitas Eektron adalah energi yang di bebaskan bila tiap mol atom netral atau ion dalam keadaan gas lalu menangkap elektron menjadi ion negatif. Sehingga didefinisikan Afinitas Elektron Pertama adalah energi yang dilepaskan ketika 1 mol atom gas mendapatkan satu elektron untuk membentuk 1 mol ion gas. Afinitas dapat dianggap sebagai entalpi ionisai anion.
sifat afinitas elektron dalam sistem periodik unsur:
1)Linus Pauling
Sifat kualitatif dari sebuah atom, dan untuk membandingkan keelektronegatifan atom dalam setiap elemen, skala di mana nilai relatif keelektronegatifan berada. Skala ini disebut “skala Pauling”. Menurut skala ini, nilai elektronegativitas tertinggi yang dimiliki sebuah atom adalah 4,0. Keelektronegatifan atom lain diberi nilai mengingat kemampuannya menarik elektron Uunsur-unsur dalam periode yang sama dari kiri ke kanan, muatan inti atom akan bertambah sehinggga gaya tarik inti ke elektron terluar bertambah. Akibatnya, jari-jari atom makin kecil,energi ionisasi makin besar,afinitas elektron makin besar (makin negatif), dan keceanderungan untuk menarik elektron makin besar. Skala Pauling mendefinisikan besaran kuantitatif ion ikatan.(Tatangsma, 2015)
∆ = D(AB)-1/2(D(BB))
∆ = D(AB)- √(D(AA)-D(BB)
|X1 – X2| = 0,208√Δ
ke-elektronegatifan X1 ➡️ perbedaan antara elektron atom A dan atom B sebanding dengan akar kuadrat ion.
2)A.L. Allerd dan E.G. Rochow
Ke-elektronegatifan merupakan medan listrik yang berada di permukaan atom,mereka menambahkan konstanta untuk mendekat dengan nilai Pauling di mana mereka menggunakan jari-jari ikatan kovalen. pada permukaan sebuah atom,semakin tinggi muatan per satuan luas permukaan atom,semakin besar kecenderungan atom untuk menarik elektron-elektron. Unsur-usur dengan jari-jari kovalen yang kecil dan muatan inti efektif yang besar memiliki ke-elektronegatifan yang besar. \
3)R. Mulliken
Menurut mereka Ke-elektronegatifan bertumpu pada energi ionisasi dan afinitas elektron. Hal ini di dasari dari kecenderungan atom yang melepas atau menerim elektron dalam suatu ikatan. Energi ionisasi adalah energi ektensi HOMO dan afinitas elektron ke LUMO. Sehingga, ke-elektronegatifan adalah rata-rata antara HOMO dan LUMO.
Persamaan:
Xm = 1/2( I + A)
![]() |
| Add caption |
Nama
|
Lambang
|
Batasan
|
Bilangan kuantum utama
|
n
|
Bilangan bulat positif
|
Bilangan kuantum momentum angular(azimuth)
|
l
|
0,....n-1 dalam bilangan bulat
|
Bilangan kuantum magnetik
|
m
|
-1,…,0,….,+1 dalam bilangan bulat
|
Bilangan kuantum spin
|
s
|
_ 1 , + 1
2 2
|
Nilai n
|
Jenis Kulit
|
1
|
K
|
2
|
L
|
3
|
M
|
4
|
N
|
Nilai
|
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
……..
|
Penanda huruf subkulit
|
s
|
p
|
d
|
f
|
g
|
h
|
……..
|
Arah anak panah
menyatakan urutan pengisian orbital. Pada saat pengisian elektron subkulit
dengan tingkat energi terendah diisi penuh terlebih dahulu, kemudian sisa
elektron aka menempati subkulit dengan tingkat energi lebih
tinggi.(Nafiun, 2013)